Sunday, 15 March 2015
Lingkungan Makro
Lingkungan
Makro
1. Lingkungan Ekonomi
Lingkungan
ekonomi terdiri dari faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola
pembelian konsumen.
Beberapa faktor ekonomi yang perlu diperhatikan
dalambisnisadalah:
a. Distribusi
Pendapatan
Rendahnya pendapatan memiliki implikasi rendahnya daya
beli efektif. Rendahnya pendapatan dan tabungan masyarakat juga menjadi sebab
rendahnya dana publik yang dapat dipergunakan untuk ekspansi usaha.
b. Tingkat
Inflasi
Jika inflasi sangat tinggi maka pengendalian gaji dan
harga dapat menjadi beban yang berat bagi perusahaan.
c. Kebijakan
Moneter
Kebijakan moneter yang diambil oleh pemerintah baik mengenai
tingkat bunga, devaluasi,yang berhubungan dengan nilai uang dan daya beli
masyarakat.
Misalnya devaluasi rupiah terhadap dollar Amerika.
d. Kebijakan
Fiskal
Kebijakan fiskal seperti tarif pajak baik bagi
perusahaan maupun individu, pajak penghasilan, pertambahan nilai, kekayaan dan
sebagainya.
2. Lingkungan Demografi
Kondisi
lingkungan demografi berpengaruh terhadap kegiatan bisnis karena manusia
merupakan pasar barang dan jasa.
Perusahaan sangat berkepentingan terhadap:
a. Jumlah penduduk,
b. Distribusi geografis dan kepadatannya,
c. Kecenderungan pergerakannya,
d. Distribusi umur,
e. Tingkat kelahiran, perkawinan, dan kematian,
f. Rasial,kesukuan, dan struktur keagamaan.
3. Lingkungan Politik
Lingkungan
politik ini menyangkut masalah kebijaksanaan pemerintah dibidang politik. Bagi
para pengusaha arah kebijakan dan stabilitas politik menjadi faktor penting
dalam perusahaan. Perusahaan perlu memperhatikan lingkungan ini terutama bila
ingin mendapatkan dukungan terutama dari pihak pemerintah berupa pemberian
subsidi, peraturan perundangan dan lain sebagainya.
Beberapa
isu politik yang hangat pada masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian dari
perusahaan antara lain :
a. Pelindungan konsumen atas harga, kualitas,
kuantitas,dan keamanan.
b. Isu ketenagakerjaan
c. Perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup
d. Peraturan pemerintah pusat dan pemarintah daerah
4. Sosial dan Budaya
Lingkungan
sosial terdiri atas hubungan manusia dalamo rganisasi serta hubungan antara
pimpinan perusahaan dengan para individu,kelompok, dan masyarakat pada umumnya. Yang
perlu diperhatikan dalam lingkungan social misalnya nilai-nilai sikap,
keyakinan, pandangan hidup, etika, pola hubungan antar individu, kesenian, dan
sebagainya.
5. Hukum
Lingkungan hukum meliputi peraturan dan perundangan
yang berlaku, jadi yang perlu diperhatikan oleh perusahaan adalah aspek-aspek hukum
dalam bisnis baik masa lalu, sekarang maupun yang akan dating.
6. Teknologi
Kekuatan paling dramatis yang membentuk
kehidupan manusia adalah teknologi. Lingkungan teknologi sangat berpengaruh
terhadap kehidupan perusahaan karena teknologi sebagai salah satu sumber utama
perubahan dunia, dengan teknologi banyak menemukan dan memperkenalkan produk
baru dipasar, sekaligus disaat yang sama teknologi juga menjadi sebab keluarnya
barang dari pasar karena telah kadaluarsa.
Alvin
Toffler dalam bukunya Future Shock melihat adanya ancaman yang bersifat
aseleratif dalam penemuan, pemanfaatan dan penyerapan teknologi baru.
Apabila
jarak antara masa inkubasi teknologi dan komersialisasi semakin pendek, maka
teknologi dengan mudah akan mempengaruhi struktur pasar dan kinerja perusahaan
Tidak dapat disangkal lagi bahwa perkembangan teknologi dapat mengubah posisi
relative biaya persaingan bisnis, menciptakan pasar, serta pangsa pasar bisnis
baru dan sebagainya.
Bisnis
baru terus menjalankan inovasinya agar dapat menghasilkan barang dan jasa yang
lebih baik sehingga perusahaan dapat lebih unggul dibanding pesaing atau paling
tidak perusahaan dapat tetap hidup (survive)
7. LingkunganAlam
Lingkungan
alam merupakan sumber daya alamiah yang dibutuhkan sebagai masukan oleh
perusahaan, tetapi kondisi lingkungan alam yang semakin memburuk merupakan
salah satu dari masalah utama yang dihadapi bisnis pada masa sekarang ini.
Perusahaan
harus menganalisa akan ancaman dan peluang bisnis yang timbul akibat perubahan
lingkungan alam.
a. Kekurangan bahan baku
b. Biaya energi yang mengikat
c. Tingkat
polusi yang meningkat
Friday, 13 March 2015
Lingkungan Mikro
Lingkungan
Mikro
1.
Pemasok (suplier)
Pemasok adalah
perusahaan bisnis dan individu-individu yang menyediakan sumber daya (faktor
produksi) yang diperlukan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi
barang dan jasa.
Perkembangan dalam lngkungan pemasok akan mempunyai
dampak yang besar terhadap operasi perusahaan terutama daam biaya dan
tersedianya semua faktor produksi yang dipergunakan dalam bisnis perusahaan.
Biaya produksi dan tersedianya faktor produksi seperti
bahan mentah, sub perakitan, uang, tenaga kerja, dan faktor produkai lainnya
dipengaruhi oleh hubungan erat antara perusahaan dengan pemasoknya, oleh sebab
itu banyak perusahaan lebih suka membeli dari berbagai sumber untuk menghindari
ketergantungan terhadap satu pemasok yang mungkin akan menaikkan harga atau
membatasi suplai.
2.
Perantara
Perantara adalah perusahaan bisnis yang membantu
perusahaan menemukan pelanggan atau mendekatkan penjualan kapada perusahaan.
Macam perantara ada 2
macam, yaitu perantara agen dan perantara pedagang.
Perantara agen seperti agen-agen, pedagang
perantara (broker) dan wakil-wakil
produsen bertugas mencari pelanggan atau melakukan negosiasi kontrak tetapi
tidak melakukan pemindahan hal milik dari barang.
Perantara pedagang seperti grosir, pengecer, dan
perusahaan penjual kembali. Mereka membeli melakukan pemindahan hak milik, dan
menjual kembali barang-barang tersebut.
Secara khusus perantara menciptakan kemudahan tempat (place utility) dengan menempatkan produk
perusahaan ditempat pelanggan berada.
Menciptakan kemudahan waktu (time utility) dengan tetap buka dalam jangka waktu lama sehingga
konsumen dapat berbelanja kapanpun mereka mau.
Menciptakan kemudahan jumlah (quantity utility) dengan memecah produk perusahaan agar dapat
dibeli perpotong.
Menciptakan kemudahan pemilikan (posession utility) dengan menstransfer bagian produk ke konsumen
dengan bentuk transaksi yang mudah dengan pembayaran tunai yang sederhana tanpa
perlu tanda pembayaran.
3.
Pelanggan
Tujuan
perusahaan adalah melayani dan memuaskan kebutuhan tertentu dari pasar sasaran
yang dipilih perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Pasar sasaran perusahaan
dapat berupa satu atau lebih dari kelima jenis pasar pelanggan dibawah ini.
a. Pasar Konsumen
Individu dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa
untuk dikonsumsi.
b. Pasar Produsen
Organisasi yang membeli barang dan jasa yang
diperlukan untuk memproduksi barang dan jasa lain dengan tujuan untuk mendapatkan
laba atau mencapai tujuan lain.
c. Pasar Penjual
Organisasi yang membeli barang dan jasa untuk dijual
kembali dengan mendapatkan laba.
d. Pasar Pemerintah dan
Pasar Non-Laba
Pemerintah dan lembaga-lembaga non-laba yang membeli
barang dan jasa untuk memproduksi jasa publik atau mentransfer barang dan jasa
ini kepada pihak yang memerlukan.
e. Pasar Internasional
Pembeli yang ada diluar negeri termasuk
konsumen,produsen, penjual dan pemerintah asing.
4.
Pesaing
Setiap
perusahaan akan mendapatkan sejumlah besar pesaing, termasuk disini adalah
perusahaan sejenis, perusahaan barang pengganti dan perusahaan lain yang
sama-sama menghendaki uang pembeli. Agar dapat berhasil perusahaan harus dapat
memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan jalan mengidentifikasi,
memonitor mengatur strategi untuk memperoleh dan mempertahankan loyalitas
pelanggan.
Perusahaan
harus memperoleh keunggulan strategi dengan mendapatkan posisi yang kuat
dibenak konsumen dibandingkan dengan tawaran pesaing dalam ingatan konsumen.
Thursday, 12 March 2015
Pengertian Lingkungan Bisnis
Pengertian
Lingkungan Bisnis
Terdapat banyak faktor-faktor lingkungan yang
mempengaruhi perusahaan dan faktor-faktor tersebut saling berinteraksi antara
satu dengan lainnya.
Lingkungan bisnis dapat kita kelompokkan menjadi 2 yaitu lingkungan mikro
dan lingkungan makro.
Lingkungan mikro terdri dari pelaku-pelaku dalam
lingungan perusahaan yang dekat yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk
melayani bisnis mereka yaitu pemasok (suplier),
perantara, pelaggan, pesaing.
Lingkungan makro terdiri dari ekonomi, teknologi,
politik, pemerintah, hukum, sosial budaya, dan kependudukan.
Analisis Lingkungan Bisnis berupaya mengetahui implikasi
manajerial yang ditimbulkan baik secara langsung maupun tidak langsung dari
berbagai faktor eksternal yang akan diidentifikasi berpengaruh pada prospek
perusahaan.
Tidak ada satupun perusahaan bisnis yang berskala besar
maupun kecil yang mempunyai kekuatan untuk menentukan perubahan dalam
lingkungan eksternal. Dengan demikian perusahaan yang berhasil adalah perusaaan
yang memilki pandangan keluar dan kedalam megenai bisnis mereka. Perusahaan harus
memonitor lingkungan eksternal yang berubah-ubah dan secara terus menerus
menyesuaikan bisnis mereka dengan peluang terbaik yang ada.
Wednesday, 11 March 2015
Mengapa Perlu Belajar Bisnis
Mengapa
Perlu Belajar Bisnis
Dewasa ini
semakain banyak orang atau pihak-pihak yang berkeingnan untuk mempelajari
bisnis. Tidak hanya para ekonom, engusaa, praktsi bisnis, tetapi para insinyur
teknokrat, birokrat, dokter, bahkan seniman maupun bintang film yang tertarik
untuk mempelajari tentang dunia bisnis, sekaligus banyak mahasiswa yang
memiliki bidang bisnis atau manajemen bisnis.
Hal ini terbukti dari semakin
banyaknya lembaga-lembaga pendidikan terutama yang formal maupun yang non
formal yang melayani kebutuhan akan pendidikan bisnis ini dan ternyata hampir
semuanya kebanjiran peminat.
Beberapa alasan yang merupakan motivasi mereka untuk
mempelajari bidang bisnis, antara lain :
1.
Karir di Masa Depan
Bisnis telah berkembang seiring dengan perkembangan
bangsa pada khususnya maupun dunia pada umumnya. Perkembangan ini tentu aja
membawa konsekuensi logis bahwa akan terbuka lebar lapangan kerja dibidang
bisnis ini. Bidang-bidang tersebut antara lain : pemasaran, keuangan, produksi,
operasi, data processing dan personalia. Sehubungan dengan alasan tersebut
banyak pula yang mempelajari bisnis ini secara formal untuk meraih jenjang
kenaikan karier dan jabatan yang selama ini telah ditekuninya.
2.
Membuka Bisnis Sendiri
Banyak mahasiswa yang mempelajari bisnis dengan maksud
untuk mempelajari prinsip dasar maupun konsep serta metode untuk menjalankan
bisnis secara lebih profesional dan menguntungkan.
Para bisnisman yang telah berwiraswasta belajar bisnis
untuk memperbaiki performance bisnis mereka selama ini sehingga dengan metode
yang lebih baik diharapkan akan lebih berhasil.
3.
Pengendalian Masalah – Masalah Sosial
Semua orang akan terlibat dengan kegiatan bisnis, yang
tidak jarang kegiatan tersebut menimbulkan gangguan masyarakat dan lingkungan,
baik gangguan alami maupun gangguan manusiawi.
Gangguan tersebut berupa polusi udara, suara, air limbah
industri, pelestarian hewan, serta alam yang lainnya.
Masalah perubahan juga akan muncul dalam kegiatan bisnis
misalnya upah minimum, keselamatan kerja, kesejahteraan karyawan, dan
sebagainya.
Tuesday, 10 March 2015
Perusahaan Sebagai Sistem Logistik dan Sistem Manajemen
Perusahaan
Sebagai Sistem Logistik dan Sistem Manajemen
Proses perusahaan dalam rangka menyesuaikan diri dengan
lingkungan pasar dapat digolongkan menjadi 2 proses, yaitu :
1. Proses Logistik
Meliputi
perubahan atau transpormasi dari foktor-faktor produksi (input) berupa bahan baku (material),
tenaga kerja (man), modal (money), mesin-mesin (machine) yang berasal dari masyarakat
diubah menjadi produk atau jasa lain dan kemudian dijual kembali ke pasar
(masyarakat).
2.
Proses Manajemen
Meliputi pengendalian informasi yang kaitan dengan
kegiatan-kegiatan yang ada dalam proses logistik.
Dalam proses manajemen sebagai input adalah informasi
tentang kegiatan dalam proses logistik, sedangkan ouputnya berupa instruksi
atau perintah untuk mengatur kembali kegiatan dalam proses logistik.
Manajemen sebagai
proses meliputi 3 macam kegiatan atau keputusan :
a. Keputusan Strategis
Keputusan
yang berhubungan dengan produk dan jasa yag akan ditawarkan ke pasar
atanyaaaaadegan lingkungan. Meliputi keputusan tentang produk, bahan, proses
produksi, desain produk, harga, distribusi, promosi.
b. Keputusan
Administratif
Keputusan
yang berhubungan dengan struktur organisasi perusahaan. Meliputi organisasi formal,
bentuk komunikasi, evaluasi, serta penghargaan.
c. Keputusan
Operasional
Keputusan
yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan pada bagian operasional di perusahaan
dalam hubungannya dengan aliran proses produksi.
Monday, 9 March 2015
Pendekatan Dalam Melihat Perusahaan dan Pasar
Pendekatan
Dalam Melihat Perusahaan dan Pasar
Hubungan antara pengusaha dan pasar sangat erat, oleh
sebab itu perusahaan harus selalu memonitor lingkungan pasar yang berubah-ubah
dan secara terus menerus menyesuaikan bisnis mereka dengan peluang terbaik yang
ada.
Ada 2 pendekatan dalam
melihat keterkaitan perusahaan dan pasar :
Pendekatan
ini beranggapan bahwa perusahaan (produsen) merupakan hal terpenting atau
perusahaan sebagai titik sentral sedangkan masyarakat (konsumen) sebagai faktor
sekunder yang mengelilingi produsen, sehingga konsumen (masyarakat) yang
memerlukan bisnisnya, maka mereka akan mencari produk yang ditawarkan
perusahaan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya dengan cara membeli apa
yang ditawarkan perusahaan.
Pandangan
ini sesuai dengan kondisi masa lalu dimana produsen masih langka sehingga apa
saja yang ditawarkan akan laku terjual. Kondisi pasar yang demikian dinamakan
pasar penjual (sellers market)
2.
Pendekatan Yang Berorientasi Pada Konsumen (Costomer
Oriented Aproach)
Pendekatan
ini beranggapan bahwa konsumen sebagai titik sentral sedangkan produsen sebagai
faktor sekunder yang harus melayani kebutuhan masyarakat.
Perusahaan
harus selalu memonitor perubahan lingkungan pasar dan menyesuaikan bisnis
mereka dengan perubahan yang terjadi, sehingga mampu melayani konsumen secara
lebih baik dibanding pesaing agar mampu bertahan hidup dalam kancah persaingan.
Penentu dalam bisnis adalah pembeli bukan penjual atau biasa dinamakan pasar
pembeli (buyers market)
Sunday, 8 March 2015
Hakikat Bisnis
Hakikat
Bisnis
Kerena
pada hakikatnya bisnis adalah usaha untuk memenuhi kabutuhan manusia,
organisasi ataupun masyarakat luas maka dalam kehidupan sehari-hari kita akan
terlibat bisnis.
Baik bisnis yang mencari keuntungan (profit motive) maupun bisnis yang tidak mencari keuntungan atau
nirlaba (non profit motive), seperti
rumah sakit, sekolah, PLN, PDAM, perumtel, dsb.
Seorang pengusaha (bussinessman)
akan melihat kebutuhan lingkungannya yang merupakan proses identifikasi potensi
bisnis (potensi pasar) yang biasanya disertai dengan perkiraan (forcesting)
maupun atas pertumbuhan potensi bisnis tersebut dimasa yang akan datang serta
kondisi persaingan yang terjadi.
Disisi lain seorang pengusaha harus memikirkan sumber
daya yang tersedia berupa (man, money,
material, machienary, management) serta cara yang sebaik-baiknya guna
malayani kebutuhan pasar dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa
tersebut kepada masyarakat.
Hasil yang diperoleh dari penjualan barang atau jasa
setelah dikurangi dengan biaya produksi maupun biaya lainnya yang dikorbankan
dalam kegiatan bisnis dinamakan laba atau keuntungan.
Gambar
: Hakikat Bisnis
Perusahaan merupakan suatu organisasi yang melakukan
kegiatan produksi dengan mengolah sumber ekonomi yang ada agar dapat
menyediakan barang dan jasa kebutuhan masyarakat dengan tujuan memperoleh
keuntungan dan menciptakan kepuasan bagi masyarakat dengan tujuan memperoleh
keuntungan dan kepuasan bagi masyarakat.
Untuk menciptakan barang dan jasa, perusahaan harus
mengolah sumber-sumber ekonomi (faktor-faktor produksi) secara efisien agar
dalam opersinya mendapatkan keuntungan.
1.
Uang (money)
Uang
adalah persyaratan yang utama untuk mamulai operasi perusahaan (manufaktur). Uang diperlukan untuk
menyediakan pabrik dan peralatannya, untuk membeli bahan baku dan membayar upah
karyawan sampai diperoleh pendapatan dari hasil penjualan barang dan jasa.
2.
Mesin (machines)
Merupakan
perangkat proses produksi dari yang sederhana sampai yang memakai teknologi
tinggi, memulai perangkat produksi ini perusahaan melakukan produksi barang dan
jasa yang akan dijual ke pasar (konsumen)
3.
Material (materials)
Merupakan
barang-barang yang menjadi bagian dari barang-barang dan jasa yang diproduksi
dan ditawarkan ke konsumen, atau dipergunakan untuk memproduksi barang jadi
yang akan ditawarkan ke pasar.
4.
Manusia (man)
Manusia
adalah mereka yang terlibat langsung dalam proses produksi yang mempergunakan
mesin-mesin dan bahan baku yang disediakan untuk proses menjadi barang.
Perusahaan yang mempergunakan teknologi sederhana maupun teknologi tinggi tetap
membutuhkan tenaga kerja dalam operasionalnya.
5.
Metode (methods)
Adalah
suatu cara kerja yang memasukkan mesin-mesin, material dan manusia. Cara kerja
atau metode yang dipergunakan untuk mengoperasikan perusahaan dengan cara yang
menguntungkan (mendatangkan laba), jadi metode ini akan mencari suatu tata cara
kerja yang bisa menciptakan efisiensi dalam operasional perusahaan.
6.
Pasar (market)
Merupakan
suatu saran bagi perusahaan untung mendatangkan penghasilan, penghasilan ini
akan dipergunakan untuk membiayai operasional selanjutnya. Tanpa suatu pasar
sebagai tempat melempar barang dan jasa perusahaan tidak akan dapat beroperasi,
karena produksi barang menumpuk digudang akan mendatangkan masalah bagi
perusahaan (kerugian) sehingga operasi selanjutnya akan terganggu.
7.
Manajemen (management)
Manajemen
dalam operasional perusahaan berfungsi sebagai koordinasi berbagai kegiatan
yang ada dalam proses produksi. Sehingga bagian yang ada dpat memainkan peranan
sesuai tugas yang diembannya. Sehingga akan dapat dicapai tujuan perusahaan
secara keseluruhan.
Dari model diatas dapat dikatakan bahwa
seorang pengusaha mempunyai tugas ganda di bertugas kedalam dan keluar. Tugas
keluar dengan cara memonitor, mengidentifikasi serta mengantisipasi kebutuhan
masyarakat beserta perkembangannya yang akan menimbulkan potensi bisnis.
Sedangkan tugas kedalam harus memikirkan
faktor-faktor produksi atau sumber daya dan dana yang tersedia serta bagaimana
mengalokasikan faktor-fsktor produksi tersebut seefisien dan seefektif
mungkin agar dapat bersaing dalam pasar sehingga
konsumen atau masyarakat merasa puas yang akhirnya akan diperoleh hasil berupa
laba atau keuntungan.











